Beranda DAERAH Viral Patung Macan Putih di Kediri, Bentuk Uniknya Bikin Warganet Heboh

Viral Patung Macan Putih di Kediri, Bentuk Uniknya Bikin Warganet Heboh

51
Viral Patung Macan Putih di Kediri, Bentuk Uniknya Bikin Warganet Heboh

Viral Patung Macan Putih di Kediri, Bentuk Uniknya Bikin Warganet Heboh – Dalam beberapa hari terakhir, Jawa Timur ramai dibicarakan di media sosial menyusul viralnya sebuah patung Macan Putih yang berada di Kabupaten Kediri. Patung yang terletak di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang ini mencuri perhatian warganet bukan karena ukurannya yang megah, melainkan karena bentuknya yang dinilai tidak biasa. Keunikan tersebut memicu rasa penasaran, hingga banyak warga dari berbagai daerah sengaja datang untuk melihat langsung dan mengabadikan momen di depan ikon baru desa tersebut.

Asal-usul dan Filosofi Patung Macan Putih

Patung Macan Putih dibuat bukan tanpa latar belakang. Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, menjelaskan bahwa pembangunan monumen tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama melalui musyawarah desa yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pemuda setempat. Nama Macan Putih diambil dari legenda lokal yang telah lama dikenal warga Balongjeruk.

Dalam kepercayaan masyarakat setempat, Macan Putih diyakini sebagai sosok penjaga atau danyang desa yang berperan melindungi wilayah dari berbagai ancaman. Simbol tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk patung sebagai representasi identitas dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Proses pengerjaan patung dipercayakan kepada Suwari, seorang seniman lokal yang telah menekuni dunia seni patung sejak tahun 1980-an. Ia mengungkapkan bahwa inspirasi pembuatan patung Macan Putih berawal dari pengalaman batin berupa mimpi. Seluruh proses pembuatan dilakukan secara mandiri dan diselesaikan dalam waktu sekitar 19 hari. Meski menuai pro dan kontra, Suwari menegaskan bahwa karyanya merupakan ekspresi budaya yang sarat makna.

Respons Warganet dan Dampak Viral

Setelah foto dan video patung Macan Putih tersebar luas di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram, beragam komentar pun bermunculan. Sebagian warganet menilai bentuk patung tersebut tidak menyerupai harimau pada umumnya. Tak sedikit pula komentar bernada humor yang membandingkannya dengan hewan lain seperti zebra atau kuda nil, bahkan menyebutnya dengan julukan “macan gemoy”.

Namun, respons jenaka tersebut justru membuat patung ini semakin populer. Banyak warga dari Surabaya, Malang, hingga daerah lain rela menempuh perjalanan cukup jauh hanya untuk berfoto di lokasi. Patung Macan Putih pun kini menjelma menjadi spot swafoto favorit sekaligus daya tarik wisata baru bagi kalangan anak muda dan pelancong.

Biaya Pembuatan dan Rencana Pembenahan

Di balik viralnya patung tersebut, muncul pula perhatian publik terhadap anggaran pembuatannya. Safi’i menegaskan bahwa pembangunan patung Macan Putih tidak menggunakan dana desa maupun anggaran pemerintah. Seluruh biaya berasal dari dana pribadi kepala desa, dengan total sekitar Rp3,5 juta. Dana tersebut mencakup biaya jasa pembuatan patung sebesar kurang lebih Rp2 juta dan material sekitar Rp1,5 juta.

Dengan fakta tersebut, sebagian besar warganet lebih memahami kondisi yang ada, meski tetap memberikan kritik dan saran terkait tampilan patung. Pemerintah desa pun menyatakan terbuka terhadap masukan publik dan berencana melakukan penataan serta penyempurnaan desain agar monumen tersebut tampil lebih proporsional dan sesuai dengan konsep awal, tanpa menghilangkan nilai simbolik yang melekat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini