Beranda PERISTIWA Hasil Uji Lab Sampel MBG di Dairi Temukan Kontaminasi Mikrobiologi

Hasil Uji Lab Sampel MBG di Dairi Temukan Kontaminasi Mikrobiologi

142
Hasil Uji Lab Sampel MBG di Dairi Temukan Kontaminasi Mikrobiologi

Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar di Kabupaten Dairi akhirnya menemukan titik terang. Hasil uji laboratorium terhadap sampel program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan adanya kontaminasi mikrobiologi pada makanan yang dikonsumsi para siswa.

Temuan ini menjadi perhatian serius karena melibatkan dua sekolah berbeda dengan jumlah korban yang tidak sedikit.

Hasil Uji Laboratorium Temukan Kontaminasi

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara melalui Sekretaris Dinkes, Hamid Rijal, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan sampel telah dilakukan oleh Laboratorium Kesehatan Daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, dr. Henry Manik, mengungkapkan bahwa keluhan yang dirasakan para siswa seperti mual, muntah, nyeri perut, hingga diare kuat mengarah pada dugaan keracunan makanan yang disebabkan oleh cemaran bakteri. Namun, ia memastikan seluruh siswa yang terdampak telah memperoleh perawatan medis dan saat ini berada dalam kondisi stabil.

Lebih lanjut, Henry menjelaskan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan di SMK Swasta HKBP Sidikalang dengan menu Nasi Putih, Ayam gulai, Tahu goreng, Pisang, Timun Selada adanya bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus pada nasi putih. Selain itu, ditemukan juga kapang/khamir pada menu gulai ayam.

Sementara itu, hasil uji sampel makanan dari SMK Arina Sidikalang dengan menu Nasi putih, Ikan goreng, Sayur toge, Tempe goreng, Buah salak mengidentifikasi adanya kapang/khamir pada nasi putih. Petugas juga menemukan total coliform pada sayur tumis tauge serta pada tempe goreng tepung.

Kedua sekolah ini sebelumnya melaporkan siswanya mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan program MBG pada 9 dan 10 Februari 2026.

Dinkes Minta Evaluasi Menyeluruh Program MBG

Dinas Kesehatan Sumut telah menyerahkan detail hasil laboratorium kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi untuk ditindaklanjuti.

Langkah yang diharapkan meliputi:

  • Evaluasi sistem pengolahan makanan
  • Pengawasan distribusi
  • Standar penyajian makanan
  • Koordinasi dengan pengelola SPPG

Kolaborasi bersama Badan Gizi Nasional dan Dinas Pendidikan

Koordinasi lintas sektor dinilai penting agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Sorotan Publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis

Temuan ini membuat publik menaruh perhatian besar terhadap pengelolaan program Makan Bergizi Gratis di Dairi. Program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi pelajar tersebut kini justru dipertanyakan sistem pengawasannya.

Evaluasi menyeluruh menjadi kunci agar program pemenuhan gizi siswa tetap berjalan aman dan tidak berubah menjadi ancaman kesehatan. (red-05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini