Beranda DAERAH Jalur Pendakian Gunung Sibayak Ditutup 15 Oktober hingga 15 November 2026

Jalur Pendakian Gunung Sibayak Ditutup 15 Oktober hingga 15 November 2026

22
Jalur Pendakian Gunung Sibayak Ditutup 15 Oktober hingga 15 November 2026
Sumber Gambar: Tirto

KARO – Jalur pendakian Gunung Sibayak yang berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, ditutup sementara selama satu bulan. Penutupan berlangsung mulai 15 Oktober hingga 15 November 2026 untuk mendukung pemulihan ekosistem dan penataan jalur pendakian.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara melalui UPTD Taman Hutan Raya Bukit Barisan Nomor 100.3.4/1/UPTD TAHURA BB/X/2026 tertanggal 13 Oktober 2026.

Informasi penutupan juga diumumkan melalui akun resmi pengelola pendakian Gunung Api Sibayak, @gunungsibayakofficial. Ketentuan ini berlaku bagi calon pendaki, masyarakat, wisatawan, serta pihak lain yang hendak beraktivitas di jalur pendakian selama masa penutupan.

Langkah tersebut diambil untuk memberikan waktu bagi pelaksanaan pemulihan lingkungan sekaligus pembenahan jalur agar akses pendakian dapat ditata dengan lebih baik. Upaya ini diharapkan mampu menjaga kelestarian kawasan konservasi sekaligus mendukung kenyamanan dan keamanan pengunjung pada masa mendatang.

Kepala UPTD Taman Hutan Raya Bukit Barisan, Faisal Simangunsong, membenarkan adanya surat edaran tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu (14/10/2026).

Ia menyampaikan bahwa informasi mengenai pembukaan kembali jalur pendakian akan diumumkan melalui pemberitahuan resmi. Keputusan tersebut nantinya mempertimbangkan perkembangan pemulihan ekosistem serta kesiapan akses jalur pendakian.

Meski jadwal penutupan telah ditetapkan, surat edaran tersebut belum menjelaskan secara terperinci jenis kegiatan pemulihan yang akan dilakukan, titik lokasi pekerjaan, maupun bentuk penataan jalur selama periode tersebut.

Gunung Sibayak selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata alam yang banyak dikunjungi pendaki dan wisatawan di Kabupaten Karo. Keberadaannya di kawasan Tahura Bukit Barisan menjadikan perlindungan lingkungan sebagai bagian penting dalam pengelolaan aktivitas wisata.

Penutupan sementara ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi kawasan untuk menjalani proses pemulihan sekaligus mendukung perbaikan jalur pendakian. Dengan demikian, kegiatan wisata alam dapat kembali berlangsung setelah jalur dinyatakan siap digunakan.

Pengelola mengimbau masyarakat dan calon pendaki untuk mematuhi ketentuan penutupan serta tidak melakukan pendakian selama periode yang telah ditetapkan. Masyarakat juga diminta menunggu pengumuman resmi sebelum menyusun rencana kunjungan berikutnya.

“ Mari kita hormati keputusan ini dan bersama-sama menjaga kelestarian Gunung Sibayak, kebanggaan Tanah Karo dan Sumatera Utara,” demikian imbauan pengelola melalui akun resminya.

Pengelola turut mengingatkan bahwa kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama. Lingkungan yang dijaga saat ini diharapkan tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini