Lampung Jadi Penghasil Jengkol Terbesar di Indonesia 2025, Ini Daftar 10 Provinsinya – Lampung menempati posisi teratas sebagai provinsi penghasil jengkol terbesar di Indonesia pada 2025. Dari sepuluh provinsi dengan produksi tertinggi, enam di antaranya berasal dari Pulau Sumatera. Kondisi ini menunjukkan besarnya kontribusi wilayah tersebut terhadap pasokan jengkol nasional.
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang dikutip dalam laporan CNBC Indonesia, produksi jengkol di Lampung mencapai 22.901,75 ton. Jumlah itu menempatkannya di urutan pertama, mengungguli Sumatera Barat yang mencatat produksi 21.168,60 ton.
Aceh berada di posisi ketiga dengan hasil produksi sebesar 19.114,44 ton. Sementara itu, Jawa Barat menempati peringkat keempat setelah menghasilkan 18.545,40 ton jengkol sepanjang tahun tersebut.
Selisih produksi antara Lampung dan Sumatera Barat mencapai 1.733,15 ton. Angka ini memperlihatkan keunggulan Lampung dibandingkan provinsi lain dalam daftar sepuluh besar penghasil jengkol nasional.
Enam Provinsi Sumatera Masuk Daftar Penghasil Jengkol Terbesar
Dominasi Sumatera terlihat dari banyaknya provinsi di pulau tersebut yang masuk dalam daftar sepuluh besar produksi jengkol 2025.
Selain Lampung, Sumatera Barat, dan Aceh, terdapat Sumatera Utara dengan produksi 11.457,21 ton. Jambi menyusul dengan 9.113,75 ton, sedangkan Sumatera Selatan mencatat produksi sebanyak 8.069,92 ton.
Dengan demikian, enam provinsi di Sumatera berhasil menempati posisi dalam daftar penghasil jengkol terbesar di Indonesia.
Di luar Sumatera, Pulau Jawa menyumbangkan tiga provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. Adapun satu provinsi lainnya adalah Kalimantan Barat.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa produksi jengkol tersebar di beberapa wilayah Indonesia, meskipun Sumatera menjadi kawasan dengan jumlah provinsi terbanyak dalam daftar sepuluh besar.
Produksi Jengkol Indonesia Meningkat dalam Lima Tahun Terakhir
Tidak hanya memperlihatkan dominasi sejumlah daerah, data produksi jengkol nasional juga menunjukkan kecenderungan meningkat selama periode 2021–2025.
Pada 2021, produksi jengkol Indonesia tercatat sebanyak 152.509,21 ton. Setahun kemudian, jumlahnya meningkat menjadi 155.908,90 ton. Kenaikan berlanjut pada 2023 dengan total produksi mencapai 157.157,30 ton.
Pertumbuhan yang lebih besar terlihat pada 2024. Pada tahun tersebut, produksi jengkol nasional mencapai 169.779,54 ton, meningkat 12.622,24 ton dibandingkan tahun sebelumnya.
Tren positif itu berlanjut pada 2025. Produksi jengkol Indonesia tercatat mencapai 179.509,58 ton, menjadi angka tertinggi dalam rentang lima tahun tersebut.
Jika dibandingkan dengan capaian 2021, produksi pada 2025 bertambah sebanyak 27.000,37 ton atau sekitar 17,7 persen. Kenaikan ini menunjukkan bahwa total produksi jengkol nasional mengalami pertumbuhan selama periode yang diamati.
Tahun 2024 Mencatat Kenaikan Produksi Terbesar
Walaupun produksi terus meningkat, besarnya tambahan produksi setiap tahun tidak selalu sama.
Pada 2022, produksi jengkol bertambah 3.399,69 ton dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan pada 2023 lebih kecil, yakni 1.248,40 ton.
Perubahan yang lebih signifikan terjadi pada 2024, ketika produksi meningkat 12.622,24 ton. Sementara itu, pada 2025, kenaikan produksi mencapai 9.730,04 ton dibandingkan 2024.
Berdasarkan angka tersebut, tambahan produksi terbesar dalam periode 2021–2025 terjadi pada 2024. Meski kenaikan tahun berikutnya lebih rendah, total produksi pada 2025 tetap mencatat rekor tertinggi dalam periode tersebut.
Daftar 10 Provinsi Penghasil Jengkol Terbesar di Indonesia 2025
Berikut daftar sepuluh provinsi dengan produksi jengkol tertinggi pada 2025 berdasarkan data yang dikutip dalam laporan tersebut.
| Peringkat | Provinsi | Produksi Jengkol |
|---|---|---|
| 1 | Lampung | 22.901,75 ton |
| 2 | Sumatera Barat | 21.168,60 ton |
| 3 | Aceh | 19.114,44 ton |
| 4 | Jawa Barat | 18.545,40 ton |
| 5 | Jawa Tengah | 13.836,95 ton |
| 6 | Banten | 13.295,71 ton |
| 7 | Sumatera Utara | 11.457,21 ton |
| 8 | Kalimantan Barat | 10.937,05 ton |
| 9 | Jambi | 9.113,75 ton |
| 10 | Sumatera Selatan | 8.069,92 ton |
Data tersebut menempatkan Lampung sebagai daerah dengan produksi jengkol tertinggi, disusul Sumatera Barat dan Aceh. Ketiganya menjadi tiga provinsi teratas dalam daftar nasional pada 2025.
Lampung Memimpin, Sumatera Jadi Kawasan Penting Produksi Jengkol
Tingginya produksi di Lampung dan lima provinsi Sumatera lainnya menegaskan peran penting kawasan tersebut dalam peta produksi jengkol Indonesia.
Di sisi lain, keberadaan Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan Kalimantan Barat dalam daftar sepuluh besar menunjukkan bahwa komoditas ini juga dihasilkan dalam jumlah besar di luar Sumatera.
Secara nasional, produksi jengkol yang mencapai 179.509,58 ton pada 2025 menjadi capaian tertinggi selama lima tahun terakhir dalam data yang disajikan.
Dengan Lampung berada di urutan pertama dan enam provinsi Sumatera masuk dalam sepuluh besar, kawasan Sumatera menjadi salah satu wilayah utama yang patut diperhatikan dalam perkembangan produksi jengkol di Indonesia.
Catatan sumber: Artikel ini disusun ulang berdasarkan data dan informasi dalam naskah yang diberikan. Sebelum dipublikasikan, pastikan angka produksi, tahun data, dan atribusi sumber telah dicocokkan dengan tabel resmi BPS serta laporan CNBC Indonesia yang dirujuk.







